Belajar Budaya Antri
Budaya antri adalah suatu hal dan sifat yang
harus ditanam sejak dini, karena pada saat ini kita sering sekali melihat
dibeberapa kesempatan masyarakat tidak mau lagi mengantri. Semuanya ingin
selalu mendahului dan berada diposisi depan tentu kebiasaan tidak sabar ini
bisa membahayakan jika berada dikerumunan orang banyak.
Contohnya seperti pembagian sembako dibeberapa daerah karena tidak ada yang mau
mengantri akibatnya banyak yang menjadi korban terjepit dikerumunan,
terinjak-injak, hingga menyebabkan korban tewas akibat kerumunan yang tidak
tertib. Hal itu membuat keprihatinan karena mereka berniat untuk mencari
sedikit rezeki tetapi berujung dengan suatu musibah.
Padahal selama ini masyarakat Indonesia
selama ini dikenal dengan sifat yang ramah dan sabar justru membuat suatu
kerusuhan. Kalau sudah seperti itu lalu dimana sifat menghormati orang lain,
dengan suatu hal yang kecil saja misalnya dengan antri dengan begitu kita bisa
merasakan bahwa budaya antri ditengah masyarakat mulai pudar.
Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami
suatu krisis secara fundamental dan menyeluruh. Beragam peristiwa silih
berganti pada Bangsa Indonesia akhir-akhir ini. Adanya kejadian tersebut
menunjukkan bahwa para pemimpin negeri ini tengah mengalami semacam split
personality.
Setiap saat kita sebagai bagian masyarakat
bangsa disuguhi dengan sejumlah peristiwa yang mengarah pada dekadensi moral
yang mengindikasikan bahwa bangsa ini telah hampir kehilangan jati dirinya
sebagai bangsa yang masyarakatnya selalu bangga dengan adat ketimuran yang
santun dan menjunjung tinggi etika dan moral.
Salah satu usaha yang perlu diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari adalah pembiasaan budaya mengantri. Mengapa harus budaya
mengantri? Seberapa penting budaya mengantri dalam upaya membangun karakter
manusia Indonesia? Di negara-negara yang notabene sistem pendidikannya sudah
mapan dan maju, terdapat beberapa kesamaan dalam metode pembelajaran mereka,
yaitu mengutamakan pembentukan karakter dan penempaan etika. Di Australia
misalnya, jika ada anak yang menolak antrian saat makan siang, menyerobot
antrian bus sekolah, tidak jujur dan berbohong tentang PR, dan perilaku yang
tidak menghargai hak temannya maka dia dapat dipastikan tidak akan naik kelas. Padahal
nilai akademiknya terbilang excellent. Guru/pendidik di Australia lebih
khawatir jika siswa tidak pandai mengantri daripada matematika.
Kalau kita bandingkan dengan yang terjadi di
sistem pendidikan nasional kita yang sudah lama mencanangkan PENDIKAR
(Pendidikan Karakter) dalam upaya membekali siswa dengan 18 karakter inti
(religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri,
demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai
prestasi, bersahabat/komunikatif,cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan,
peduli social, dan tanggung jawab), dapat kita lihat bahwa tradisi pendidikan
tampak belum matang untuk memilih pendidikan karakter sebagai kinerja budaya
dan religius dalam kehidupan masyarakat. Padahal pendidikan moral ini dapat
membentuk generasi bangsa yang memiliki karakter yang mengakar pada budaya dan
nilai-nilai religius bangsa, sebagaimana negeri "ginseng" Cina yang mampu
melahirkan generasi handal justru dengan mengedepankan karakter dan tradisi
bangsanya. Budaya mengantri selayaknya juga dapat dijadikan pembelajaran etika
kepada kita semua.
SOLUSINYA BAGAIMANA ?
Solusi bagaimana cara menumbuhkan sikap mau berantri bagi diri sendiri hingga
menularkan kepada orang lain, diantaranya :
- · Yang pertama tanamkan tekad dan kemauan karna percuma saya jelaskan panjang lebar jika anda tidak ada tekad dan kemauan untuk berbudaya antri.
- · Yang kedua, setelah itu mari tanamkan pada diri anda masing-masing saling menghargai satu sama lain agar terciptanya hubungan harmonis dalam bermasyarakat.
- · Yang ketiga, menanamkan pada diri sendiri patuh dan tunduk kepada peraturan yang dibuat, sehingga akan menumbuhkan juga sikap disiplin dan tertib.
Dengan mengantri kita dapat belajar sebab dan
akibat yaitu kalau kita tidak ingin mengantri maka cobalah datang
lebih awal dari orang lain dan apabila kita datang terlambat kita harus
menerima akibat yaitu dengan mengantri. Dengan begini kita dapat belajar agar
tidak egois, dan menyadari semua orang juga mempunyai kepentingan
masing-masing. Hal inilah yang membedakan negara kita dengan negara maju
misalnnya Jepang. Karena itulah negara Jepang bisa lebih maju dari pada negara
kita karena kebiasaan mereka yang dapat mengatur waktu, dan selalu
menghargai orang lain. Hal ini juga jadi salah satu alasan kenapa orang Jepang
tepat waktu.
Mengantri memang membosankan dan melelahkan
tetapi kita dapat menghilangkan kejenuhan dengan membaca buku, bemain
game, mendengarkan musik, atau bahkan mencari teman yang bisa kita ajak
mengobrol di lokasi.
Jadi intinya, biasakanlah budaya antri dengan
menerapkan solusi yang saya berikan diatas. Karna dengan kebiasaan mau
berbudaya antri kita dapat mempelajari dan memahami apa arti sesungguhnya dalam
menghargai satu sama lain. Mulai sekarang terapkanlah kebiasaan baik dan
kebiasaan jelek tinggalkan agar dapat meningkatkan kualitas hidup baik itu
bermasyarakat maupun bernegara
“….kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja
secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga
puluhan tahun Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat
pelajaran berharga di balik proses mengantri.”
Shared
postingan ini jika ini merasa bermanfaat..
Kritik
dan saran para penikmat saya sangat hargai untuk perbaikan tulisan-tulisan saya
berikutnya. Silahkan komentar dibawah ini.. Sekian dan terima kasih..
Link
email: muhzulqamar@gmail.com
Facebook
: Zulqamar Muhammad
Bingung menghadapi antrian pengunjung yang meluap?
BalasHapusTakut membuat mereka bosan karena terlalu lama menunggu?
Menunggu Itu Berat Kamu Tak Akan Kuat…
Gunakan Mesin Antrian Vorsea, biar Pengunjungmu rindu.
Solusi antrian dengan sistem antrian tombol dan sistem antrian touchscreen seperti di bank, puskesmas, rumah sakit, pelayanan pajak, Toko, Salon, Barbeshop dan lain"
klik sistem antrian
klik mesin antrian
sistemantrian.com