Senin, 31 Juli 2017

Ilmu Budaya Antri

Belajar Budaya Antri

Budaya antri adalah suatu hal dan sifat yang harus ditanam sejak dini, karena pada saat ini kita sering sekali melihat dibeberapa kesempatan masyarakat tidak mau lagi mengantri. Semuanya ingin selalu mendahului dan berada diposisi depan tentu kebiasaan tidak sabar ini bisa membahayakan jika berada dikerumunan orang banyak.
           Contohnya seperti pembagian sembako dibeberapa daerah karena tidak ada yang mau mengantri akibatnya banyak yang menjadi korban terjepit dikerumunan, terinjak-injak, hingga menyebabkan korban tewas akibat kerumunan yang tidak tertib. Hal itu membuat keprihatinan karena mereka berniat untuk mencari sedikit rezeki tetapi berujung dengan suatu musibah.

Padahal selama ini masyarakat Indonesia selama ini dikenal dengan sifat yang ramah dan sabar justru membuat suatu kerusuhan. Kalau sudah seperti itu lalu dimana sifat menghormati orang lain, dengan suatu hal yang kecil saja misalnya dengan antri dengan begitu kita bisa merasakan bahwa budaya antri ditengah masyarakat mulai pudar.
Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami suatu krisis secara fundamental dan menyeluruh. Beragam peristiwa silih berganti pada Bangsa Indonesia akhir-akhir ini. Adanya kejadian tersebut menunjukkan bahwa  para pemimpin negeri ini tengah mengalami semacam split personality.
Setiap saat kita sebagai bagian masyarakat bangsa disuguhi dengan sejumlah peristiwa yang mengarah pada dekadensi moral yang mengindikasikan bahwa bangsa ini telah hampir kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang masyarakatnya selalu bangga dengan adat ketimuran yang santun dan menjunjung tinggi etika dan moral.

Salah satu usaha yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah pembiasaan budaya mengantri. Mengapa harus budaya mengantri? Seberapa penting budaya mengantri dalam upaya membangun karakter manusia Indonesia? Di negara-negara yang notabene sistem pendidikannya sudah mapan dan maju, terdapat beberapa kesamaan dalam metode pembelajaran mereka, yaitu mengutamakan pembentukan karakter dan penempaan etika. Di Australia misalnya, jika ada anak yang menolak antrian saat makan siang, menyerobot antrian bus sekolah, tidak jujur dan berbohong tentang PR, dan perilaku yang tidak menghargai hak temannya maka dia dapat dipastikan tidak akan naik kelas. Padahal nilai akademiknya terbilang excellent. Guru/pendidik di Australia lebih khawatir jika siswa tidak pandai mengantri daripada matematika.
Kalau kita bandingkan dengan yang terjadi di sistem pendidikan nasional kita yang sudah lama mencanangkan PENDIKAR (Pendidikan Karakter) dalam upaya membekali siswa dengan 18 karakter inti (religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif,cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli social, dan tanggung jawab), dapat kita lihat bahwa tradisi pendidikan tampak belum matang untuk memilih pendidikan karakter sebagai kinerja budaya dan religius dalam kehidupan masyarakat. Padahal pendidikan moral ini dapat membentuk generasi bangsa yang memiliki karakter yang mengakar pada budaya dan nilai-nilai religius bangsa, sebagaimana negeri "ginseng" Cina yang mampu melahirkan generasi handal justru dengan mengedepankan karakter dan tradisi bangsanya. Budaya mengantri selayaknya juga dapat dijadikan pembelajaran etika kepada kita semua.


    SOLUSINYA BAGAIMANA ?

            Solusi bagaimana cara menumbuhkan sikap mau berantri bagi diri sendiri hingga menularkan kepada orang lain, diantaranya :
  • ·         Yang pertama tanamkan tekad dan kemauan karna percuma saya jelaskan panjang lebar jika anda tidak ada tekad dan kemauan untuk berbudaya antri.
  • ·   Yang kedua, setelah itu mari tanamkan pada diri anda masing-masing saling menghargai satu sama lain agar terciptanya hubungan harmonis dalam bermasyarakat.
  • ·         Yang ketiga, menanamkan pada diri sendiri patuh dan tunduk kepada peraturan yang dibuat, sehingga akan menumbuhkan juga sikap disiplin dan tertib.

Dengan mengantri kita dapat belajar sebab dan akibat yaitu kalau kita tidak ingin mengantri maka cobalah datang lebih awal dari orang lain dan apabila kita datang terlambat kita harus menerima akibat yaitu dengan mengantri. Dengan begini kita dapat belajar agar tidak egois, dan menyadari semua orang juga mempunyai kepentingan masing-masing. Hal inilah yang membedakan negara kita dengan negara maju misalnnya Jepang. Karena itulah negara Jepang bisa lebih maju dari pada negara kita karena kebiasaan mereka yang dapat mengatur waktu, dan  selalu menghargai orang lain. Hal ini juga jadi salah satu alasan kenapa orang Jepang tepat waktu.
Mengantri memang membosankan dan melelahkan tetapi kita dapat  menghilangkan kejenuhan dengan membaca buku, bemain game, mendengarkan musik, atau bahkan mencari teman yang bisa kita ajak mengobrol di lokasi.

Jadi intinya, biasakanlah budaya antri dengan menerapkan solusi yang saya berikan diatas. Karna dengan kebiasaan mau berbudaya antri kita dapat mempelajari dan memahami apa arti sesungguhnya dalam menghargai satu sama lain. Mulai sekarang terapkanlah kebiasaan baik dan kebiasaan jelek tinggalkan agar dapat meningkatkan kualitas hidup baik itu bermasyarakat maupun bernegara

“….kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga puluhan tahun Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.”


Shared postingan ini jika ini merasa bermanfaat..
Kritik dan saran para penikmat saya sangat hargai untuk perbaikan tulisan-tulisan saya berikutnya. Silahkan komentar dibawah ini.. Sekian dan terima kasih..

Link email: muhzulqamar@gmail.com
Facebook : Zulqamar Muhammad


1 komentar:

  1. Bingung menghadapi antrian pengunjung yang meluap?
    Takut membuat mereka bosan karena terlalu lama menunggu?

    Menunggu Itu Berat Kamu Tak Akan Kuat…
    Gunakan Mesin Antrian Vorsea, biar Pengunjungmu rindu.

    Solusi antrian dengan sistem antrian tombol dan sistem antrian touchscreen seperti di bank, puskesmas, rumah sakit, pelayanan pajak, Toko, Salon, Barbeshop dan lain"
    klik sistem antrian
    klik mesin antrian
    sistemantrian.com

    BalasHapus