Kamera berkonstruksi Pemikiran
Secara antropologis,
manusia disebut juga sebagai homo erectus, yaitu penghuni bumi yang berjalan
tegak lurus, bukannya melata, berenang, atau terbang bagaikan hewan lain. Hal tersebut
membuat manusia disebut sebagai homo faber, yaitu makhluk yang selalu
menciptakan berbagai peralatan teknis untuk membuat hidup lebih nyaman
dijalani. Dengan kedua tangannya, manusia mengubah dunia.
Demikianlah,
konsep dunia sekitar ini pada akhirnya dikonstruksi dan dipahami oleh pikiran. Tanpa
pikiran, kita sulit menjelaskan realitas dan struktur dunia ini. kinerja otak
inilah barangkali yang memberikan inspirasi bagi munculnya teknologi kamera
foto. Kamera dan pikiran memiliki kemiripan dalam kinerjanya, meskipun kinerja
otak jauh lebih rumit ketimbang kamera. Akan tetapi, paling tidak keduanya
memiliki kemiripan pokok, yaitu menghasilkan gambar atau peta dari sebuah
realitas teritori. Teritori adalah keadaan lapangan yang nyata dan kompleks, sedangkan gambar peta atau foto
sesungguhnya hanyalah rekaman sebagian kecil dari realitas teritori.
Agar lebih
jauh pendalaman tentang pemikiran maka ada beberapa elemen aliran filsafat
yaitu Materialisme, Empirisme, Idealisme, Kritisme dan Rasionalisme, Penjelasan
:
·
Pertama Materialisme
adalah asal atau hakikat dari segala sesuatu, dimana asal atau hakikat dari
segala sesuatu ialah materi. Karena itu materialisme mempersoalkan metafisika,
namun metafisikanya adalah metafisika materialisme. Hal ini merupakan istilah
dalam filsafat ontology. Salah satu tokoh aliran materialism yakni Karl Marx
·
Kedua Empirisme
adalah lawan rasionalisme. Empirisme adalah salah satu aliran yang menekankan
peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan serta pengalaman itu sendiri,
dan mengecilkan peranan akal. Empirisme, berpendirian bahwa semua pengetahuan
diperoleh lewat indra. Indra memperoleh kesan-kesan dari alam nyata, untuk
kemudian kesan-kesan tersebut berkumpul dalam diri manusia, sehingga menjadi
pengalaman. Salah satu tokoh aliran empirisme yakni John Locke
·
Ketiga Idealisme, di
dalam filsafat, idealisme adalah doktrin yang mengajarkan bahwa hakikat dunia
fisik hanya dapat dipahami dalam kebergantungannya pada jiwa (mind) dan roh (spirit).
Salah satu tokoh aliran idealisme yakni G.W.F Hegel.
·
Keempat Kritisme, isi utama dalam
kritisisme yaitu gagasan Immanuel Kant tentang teori pengetahuan, etika, dan
estetika. Gagasan tersebut muncul karena ada pertanyaan-pertanyaan yang
mendasar yang timbul pada pemikiran Immanuel Kant. Ada tiga bidang sebagai
tahapan yang harus dilalui, yakni bidang indrawi, akal dan rasio.
·
Kelima Rasionalisme, paham filsafat yang mengatakan bahwa akal
(reason) adalah alat terpenting untuk memperoleh pengetahuan. Menurut aliran
ini, suatu pengetahuan diperoleh dengan cara berpikir. Hanya rasio sajalah yang
dapat membawa orang kepada kebenaran. Yang benar hanyalah tindakan akal yang
terang-benderang yang disebut Ideas Claires et Distinctes (pikiran
yang terang-benderang dan terpilah-pilah). Oleh karena itu, rasio dipandang
kecuali sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan/kebenaran, juga sekaligus
sebagai sumber pengetahuan/kebenaran. Adapun pengetahuan indera dianggap sering
menyesatkan. Salah satu tokoh aliran rasionalisme yakni Descartes.
Untuk memperoleh pengetahuan yang benar dan
jelas diperlukan proses dan persyaratan seperti kinerja kamera. Obyek yang
dibidik semakin fokus akan semakin baik hasilnya. Akan tetapi, ketika kita
hanya fokus pada sebuah obyek, kita akan kehilangan perspektif yang luas. Ibarat
memotret pemandangan alam, jika kameranya hanya difokuskan pada satu objek,
luasnya alam tidak kelihatan. Sebaliknya, jika kita ingin memperoleh perspektif
luasnya alam, satuan-satuan objek secara invidual tidak kelihatan jelas. Demikian
juga halnya dengan pikiran dan emosi kita, seringkali tidak fokus dan tidak
jelas apa sesungguhnya yang kita kehendaki. Hidup terasa mengambang karena
tidak jelas fokusnya.
Shared postingan ini jika ini merasa bermanfaat..
Kritik dan saran para penikmat saya sangat hargai untuk perbaikan tulisan-tulisan saya berikutnya. Silahkan komentar dibawah ini.. Sekian dan terima kasih..
Link email: muhzulqamar@gmail.com
Facebook : Zulqamar Muhammad
Tidak ada komentar:
Posting Komentar